Categories
Uncategorized

Penggunaan Oli pelumas pada sistem Slideway

Komonen Slideway

Pada pengoperasian “slideway“, bekerja dengan cara bergerak secara linear. Oleh dikarenakan itu, slide bakal berhenti ketika sampai di akhir jalan slide dan bergerak lagi ke arah yang berlawanan. Sifat gerak layaknya inilah yang memicu memerlukan pelumas sehingga dapat beroperasi secara efisien, dikarenakan bakal berjalan momen “stick-slip”, yaitu kondisi di mana slide bergerak secara tiba-tiba dan berhenti secara tiba-tiba.

Peristiwa “stick-slip” berjalan ketika berjalan type gesek statis lebih besar dari pada type gesek dinamik. Hal ini bakal memicu berjalan sentakan gerakan pada jalan slide dan tool.

Gerakan yang tak terkontrol layaknya ini bakal menyebakan ketidakakuratan pada operasi kerja, mutu yang buruk, serta kerugian pada produktifitas. Oleh dikarenakan itu untuk dapat memiliki kontrol pada gesekan, diperlukan aditif untuk gesekan selanjutnya (friction modifier) ditambahkan ke di dalam pelumas.

Baca juga : Supplier oli Industri

Jenis Pelumas untuk Slideway

Salah satu slideway lubricant yang memiliki cii-ciri kontrol pada kondisi “stick-slip” selanjutnya adalah Vlot Chemicalien Slideway Oil.

Memilih slideway oil yang tepat bakal menaikkan produktifitas pada mesin, dikarenakan bakal terjalin segera pada presisi mesin dan usia dari pemakaian coolant.

Slideway oil harus memiliki cii-ciri yang dapat mengkontrol pada gesekan dan memiliki cii-ciri dapat memisah dari cairan pendingin/coolant.

Lubrikasi layaknya itu biasa digunakan pada mesin dengan proses sirkulasi terbuka. Hal ini bakal memicu kontaminasi pada slideway oil dan cairan pendingin/coolant sehingga bakal tercipta tramp oil pada permukaan cairan pendingin/coolant.

Tramp oil biasanya menjadi kontaminan utama pada proses ini, sehingga bakal memicu kasus seperti:

Volume tramp oil pada permukaan bakal memicu perubahan konsentrasi pada cairan pendingin/coolant. sehingga dapat memicu berbusa, sehingga sukar untuk dikontrol.
Sifat lubrikasi pada mesin dapat berkurang, sehingga dapat memicu keausan pada benda kerja, serta mengurangi presisi hasil pengerjaan.
Kadar keasaman (pH) pada cairan pendingin / coolant dapat menjadi turun (asam), sehingga dapat memicu korosi.
Dapat memicu tumbuhnya bakteri pada cairan pendingin dan bau tak enak pada lingkungan sekitar. Hal ini dapat memicu rusaknya pada cairan pendingin dan memicu masalah kesehatan pada karyawan.
Tramp Oil dapat masuk ke di dalam cairan pendingin lewat sebagian cara, pada lain adalah kebocoran dari jalur, gear, spindle, oli hidrolik, dan oli dari benda kerja pada proses sebelumnya.

Semakin banyak model oli yang digunakan, bakal memicu jadi banyak tramp oil yang tercipta yang harus dibersihkan.

Untuk pemakaian slideway oil yang berkualitas baik serta tidak memicu kasus pada cairan pendingin atau coolant dapat manfaatkan vlot chemicalien slideway oil

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *