Categories
Uncategorized

Gejala Umum Ambiguous Genitalia

Berbagai macam kasus ambiguous genitalia di seluruh dunia telah memberi pengalaman yang sungguh mencengangkan. Angka kasus dari ambiguous genitalia ini masih cukup tinggi apalagi di negara-negara berkembang. Ada faktor tertentu yang membuat gejala umum ambiguous genitalia ini bisa diderita siapa saja . Mayoritas dari gangguan penentuan jenis kelamin ini dialami oleh bayi perempuan dan juga laki-kai.

Semenjak kasus dari ambiguous genitalia ini semakin marak, pastinya ada beberapa sumber media membahas secara detail mengenai gangguan area genital ini. Pada dasarnya ada beberapa penentu di dalam gejala umum terjadinya ambiguous genitalia tersebut. Hingga akhirnya para pakar kesehatan memiliki anggapan masing-masing seputar gejalanya.

Sumber : www.babycenter.com

Gejala Umum Ambiguous Genitalia

Pada kasus ambiguous genitalia ini rata-rata terlihat tidak jelas pada beberapa kondisi, ataupun dalam waktu tertentu muncullah beberapa kondisi yang membuat pakar kesehatan berkesimpulan telah terjadi ambiguous genitalia. Lalu seperti apa gejala umum dari gangguan ambiguous genitalia tersebut?

Pembesaran Klistoris

Pada genetik perempuan yang mana memiliki dua kromosom X akan memperlihatkan gejala ambiguous genitalia berupa pembesaran klistoris. Hal ini sering menjadi gejala paling umum pada usia bayi. Sehingga ada perubahan yang bisa terlihat yakni munculnya penis kecil yang nantinya harus dikonsultasikan lebih lanjut untuk mendapatkan penanganan seperti apa untuk mengembalikan serta menentukan jenis kelaminnya.

Terdapat Benjolan Seperti Testis

Selain terjadinya pembesaran klistoris, pada gejala umum ambiguous genitalia ini biasanya terjadi benjolan seperti testis. Posisi dari benjolan tersebut biasanya terjadi di labia yang menyatu. Hal ini masih perlu pengamatan lebih lanjut mengenai perkembangan testis yang tidak normal ataupun masuk dalam klasifikasi ambiguous genitalia.

Labia Tertutup

Pada kondisi tertentu seperti labia tertutup juga menjadi salah satu gejala terjadinya ambiguous genitalia. Tidak hanya dari labia tertutup saja, namun pada labia yang mencakup lipatan dan membentuk seperti sebuah skrotum akan terlihat pada usia bayi. Kebanyakan gangguan ambiguous genitalia ini dimulai dari perubahan pada bagian labia yang tertutup hingga membutuhkan penanganan secara intensif.

Ukuran dan Bentuk Penis Tidak Normal

Pada bayi dengan genetik laki-laki satu X dan satu kromosom Y kemungkinan besar akan memperlihatkan gejala dari ambiguous genitalia yakni ukuran dan bentuk penis terlihat tidak normal. Biasanya terjadi perubahan ataupun bentuk penis kecil abnormal dimana pembukaan uretra lebih dekat di bagian keskrotum. Biasanya dibutuhkan langkah-langkah untuk mengatasinya yakni dilakukan operasi ataupun tindakan terapi.

Tidak Adanya Testis

Meskipun masih sangat jarang ditemui, namun ada gejala paling umum dari ambiguous genitalia yakni tidak adanya testis. Kemungkinan jumlah dari testis tidak lengkap sehingga membuat bagian skrotumnya berbeda dari bentuk normalnya.

Terjadinya Kelainan Pada Tabung Uretra

Berikutnya ada satu gejala umum ambiguous genitalia yang mana terjadi dalam kondisi bagian tabung sempit di uretra tidak memanjang penuh ke bagian ujung penis atau disebut dengan hipospadia. Dalam gejala satu ini biasa terjadi pada usia bayi, bahkan dalam kondisi tertentu bisa terjadi pada usia anak-anak. Perlu penanganan untuk bisa mengembalikan fungsi dari tabung uretra salah satunya metode operasi dan terapi khusus.

Berbagai informasi mengenai gejala umum ambiguous genitalia di atas diharapkan bisa memberi pengetahuan lebih lengkap kepada masyarakat. Sehingga dari penekanan angka terjadinya bayi menginap ambiguous genitalia bisa dikurangi. Langkah-langkah seperti mengembalikan serta menormalkan fungsi hormon kemudian tindakan operasi sampai melakukan terapi dan pemberian obat menjadi metode untuk bisa menentukan jenis kelamin yang ada di bayi tersebut.


Sumber Artikel : https://www.sehatfresh.com/ambiguous-genitalia/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *